Kalau anda tak dapat memecahkan suatu masalah, itu mungkin karena anda terperangkap dalam kemapanan aturan. Kita semua memiliki aturan – pola-pola berpikir yang sudah tertanam, yang keliru kita anggap sebagai kebenaran. Aturan-aturan kita itu terbentuk sedara alami. Dengan sering digunakan, ide-ide menjadi aturan. Kalau kemapanan aturan terbentuk, semua ide yang bertentangan dengan aturan tersebut diabaikan.
Aturan tidaklah selalu buruk. Mereka adalah seperti rel kereta api. Kalau anda ingin mengikuti aturan, boleh saja. Tetapi seperti tujuan-tujuan yang tidak terjangkau oleh rel kereta api, ada solusi-solusi yang tak dapat dicapai dengan aturan-aturan kita. Satu-satunya cara untuk sampai kesana adalah keluar dari relnya.
Aturan-aturan menghambat pemikiran inovatif karena tampaknya demikian benar. Mereka sembunyikan berbagai solusi unggul yang ada tetapi di luar kemapanan aturan kita. Solusi-solusi hebat ini hanya akan ditemukan dengan melanggar aturan.
Tak seorangpun kebal terhadap kemapanan aturan. Bahkan Einstein pun selama bertahun-tahun terhambat oleh salah satu prasangkanya. Tetapi baginya, aturan yang melanggar itu tampaknya tak dapat dilanggar.
Mungkin anda tertarik menemukan hukum-hukum alam semesta, tetapi masih banyak masalah berat yang harus anda pecahkan. Mungkin masalah-masalah anda bahkan lebih berat daripada masalah Einstein. Mungkin anda bersaing dengan orang-orang cerdas di lingkungan yang berubah-ubah setiap kali anda memikirkannya. Mungkin tantangan anda tampaknya mustahil. Tetapi ada jawabannya – kalau anda dapat berlajar melanggar aturan.
Hambatan sesungguhnya kalau kita dihadapkan dengan masalah yang mustahil adalah di dalam diri kita sendiri. Pengalaman-pengalaman kitalah, asumsi-asumsi kita yang keliru, separuh kebenaran, penyama-rataan yang salah kaprah, dan kebiasaan-kebiasaan kita, yang menghalangi kita dari solusi-solusi yang brilian. Ide-ide baru yang hebat-hebat, solusi-solusi yang penting itu, ADA. Hanya saja, mereka berada diluar pikiran yang muncul. Kalau tidak, pasti sudah ditemukan oleh seseorang. Anda harus melanggar aturan untuk memecahkan masalah-masalah mustahil.
“Terkadang saya bertanya kepada diri sendiri, bagaimana saya bisa menjadi orang yang mengembangkan Teori Relativitas. Alasannya, saya rasa, adalah karena orang dewasa yang normal tidak pernah berhenti memikirkan masalah-masalah ruang dan waktu. Semuanya ini adalah hal-hal yang telah diajarkan ketika saya masih kanak-kanak. Tetapi perkembangan intelektual saya terlambat, sehingga saya baru mulai bertanya-tanya waktu dan ruang setelah saya dewasa”,-Albert Einstein.