Saatnya, aku merefleksikan kembali tujuan hidup ini, tak sekedar melewati ritualistik hidup tanpa nilai kesadaran diri (Self Awarnes), dan tentunya memberikan perubahan yang dilandasi pemikiran-pemikran yang progresif, yakni sebuah cara pikir yang terpusat pada pemecahan masalah (Problem Solving), selaih itu, aku berusaha untuk tidak lari dari kenyataan hidup tetapi melewatinya dengan rangkuman pengakuan akan segala konsekuensi hidup, tentunya hasilnya tergantung dari apa yang kita upayakan di torehan perjalanan waktu itu sendiri.
Setelah hari ini, esok apa lagi ?, adigium yang bermakna bahwa kehidupan ini jangan hanya menggugurkan kewajiban semata sebagai manusia, yakni kehidupan yang hanya berorientasi pemenuhan kebutuhan Lahiriah semata. Akan tetapi, Lebih bijak dan jauh kedepan, mempertanyakan eksistensi kita selaku khalifa Fil Ardh , menjadi pemimpin baik untuk diri kita, orang lain. Dan, sejauh mana pikiran, tingkah- laku kita bermanfaat bagi orang lain. “Sesungguhnya, orang yang bermakna adalah orang yang berguna bagi dirinya, serta orang lain.”Demikian ungkapan kaum bijak.