Untuk menjadi pemain yang diinginkan tim, orang harus mengembangkan disiplin dalam tiga bidang. Mereka harus memiliki..
1. Pikiran yang didisiplinkan
Anda tak mungkin sampai terlalu jauh dalam kehidupan ini kalau tidak menggunakan akal anda. Untuk itu, anda hanya perlu menggunakan pikiran yang telah diberikan Tuhan kepada anda. Penulis drama George Bernard Shaw berkomentar, “tidak banyak orang yang berpikir lebih dari dua atau tiga kali pertahunnya; saya telah pendapatkan reputasi internasional dengan berpikir satu dua kali setiap minggunya”. Kalau anda biarkan pikiran anda aktif, secara teratur menghadapi tantangan-tantangan mental, dan terus memikirkan hal-hal yang tepat, akan anda kembangkan pikiran yang didisiplinkan yang akan membantu anda dengan apapun yang anda upayakan.
2. Perasaan yang didisiplinkan
Dalam soal perasaan hanya ada dua pilihan: menguasai atau dikuasai. Itu tidaklah berarti bahwa untuk menjadi pemain tim yang baik, anda harus mematikan perasaan anda. Melainkan bahwa hendaknya anda tidak membiarkan perasaan anda menghalangi anda untuk melakukan apa yang seharusnya anda lakukan atau malah mendorong anda untuk melakukan apa yang seharusnya tidak anda lakukan.
Contoh klasik dari apa yang mungkin terjadi kalau seseorang tidak mendisiplinkan perasaannya dapat dilihat dalam kehidupan pegolf legendaris, Bobby Jones. Seperti Tiger Woods, Jones pegolf besar. Ia mulai main pada tahun 1907 diusia lima tahun. Menjelang usia dua belas tahun, ia sudah meraih prestasi yang tidak berhasil dicapai kebanyakan pegolf seumur hidup. Di usia empat belas tahun, ia sudah memenuhi syarat untuk mengikuti kejuaraan amatir. Tetapi Jones tidak menang ketika itu. Masalahnya paling tepat digambarkan oleh julukan yang diberikan kepadanya: “tukang lempar stik golf”. Jones sering kehilangan kesabarannya – dan kemampuannya untuk bermain baik.
Seorang pegolf yang lebih tua, yang disebut Jones sebagai kakek Bert, menasihatinya, “kamu takkan pernah menang hingga kamu kendalikan temperamenmu itu”. Jones mengikuti nasihatnya dan mulai berupaya mendisiplinkan perasaannya. Diusia dua puluh satu tahun, Jones berkembang dan menjadi salah seorang pegolf terbesar dalam sejarah, pensiun di usia dua puluh delapan tahun setelah memenangkan grand slam. Komentar kakek Bert merangkum situasinya: “Bobby baru berusia empat belas tahun ketika ia menguasai permainan golf, tetapi ia baru berhasil menguasai dirinya setelah berusia dua puluh satu tahun”.
3. Tindakan yang didisiplinkan
Albert Hubert mengatakan, “orang-orang yang menginginkan susu janganlah duduk-duduk ditengah ladang dan berharap sang sapi mendatangi mereka”. Menajamkan pikiran dan mengendalikan perasaan anda memang penting, tetapi tindakanlah yang membedakan pemenang dari pecundang. Pelari jarak pendek yang memanfaatkan angin, pengacara yang memenangkan kasus-kasus, dokter yang terfokus diruang darurat, orangtua yang pulang sesuai janjinya ketimbang bekerja lembur adalah orang yang mendisiplinkan tindakan mereka. Dan orang-orang yang bergantung pada mereka akan diuntungkan.
Untuk menjadi pemain tim yang lebih berdisiplin...
- Kuatkanlah kebiasaan bekerja anda
- Terimalah tantangan
- Jinakkanlah lidah anda